Marcel Schmelzer Ungkap Permulaan Mula Kebenciannya Pada Joachim Low

Informasi Liga Jerman: Karier Marcel Schmelzer di sepakbola mungkin sudah berakhir, sesudah dia mengumumkan pensiun pada penghujung muim 2021/22 di umur 34 tahun. Selama kariernya, dia mempunyai banyak kenangan yang menyenangkan, atau malah yang menyakitkan sekali malah.

Soal kenangan pahit, dia ingat betul bagaimana dirinya tak dipilih oleh pelatih Joachim Low untuk membela Timnas Jerman di Piala Dunia 2014 yang berlangsung di Brasil. Meski, Marcel Schmelzer sudah memainkan peran penting di sepanjang babak kualifikasi, sampai membikin Der Panzer lolos ke Brasil.

Dalam sebuah wawancara dengan BVB News, pencoretan dirinya dari skuat Jerman di Piala Dunia 2014 yakni salah satu penghinaan terbesar baginya, dan hal itu mulai menumbuhkan rasa benci kepada Joachim Low.

“[penghinaan] itu tak bisa aku pahami pada ketika itu, meski aku memainkan seluruh sepuluh laga di babak kualifikasi. Hal itu betul-betul membebani aku, dan tak adil seperti yang aku pikirkan ketika itu, pada spot tertentu aku wajib konsentrasi pada Borussia Dortmund lagi,” sebut Marcel Schmelzer, yang membela Dortmund pada rentan tahun 2008 sampai 2022.

Mujur, dibalik keterpurukannya ketika itu dia memperoleh dukungan yang luar umum dari Mario Gotze. Tidak cuma memberi dukungan, Gotze juga ikut serta mengkritik keputusan Joachim Low, walau malah dirinya dirinya sendiri juga memperoleh panggilan untuk membela Timnas Jerman di Piala Dunia 2014, dan malah keluar sebagai pahlawan di perlombaan final dengan mendonasi satu gol.

Matthias Sammer minta para pemain Borussia Dortmund untuk bermain lebih tetap pada musim depan demi mengakhiri dominasi Bayern. Dia malah optimis Die Borussian dapat berbincang-bincang lebih banyak di persaingan Jerman pada musim depan, sesudah mereka melaksanakan perombakan besar dengan mendatangkan sejumlah pemain bintang pada bursa transfer musim panas 2022.

“Regu tak boleh cuma bermain baik dikala sang surya bercahaya, dikala seluruh mekanisme berjalan dan dikala ada dinamika regu yang membikin orang bermotivasi. Kami juga wajib dapat menonjolkan mutu kami di situasi hujan, dikala ada konfrontasi dan kemunduran,” sebut Matthias Sammer, dalam sebuah wawancara dengan Sächsischen Zeitung.

“Borussia Dortmund belum menonjolkan konsistensi ini di jenjang atas dalam sebagian musim terakhir,” lanjutnya.

Sammer, yang menjadi pemain pertama Dortmund yang memenangkan Ballon d’Or dikala dia meraih penghargaan hal yang demikian pada tahun 1996, itu dikatakan sebagai penggemar berat pelatih kepala baru Die Borussian, Edin Terzic. Ia percaya bahwa tujuan untuk pelatih berusia 39 tahun hal yang demikian yakni untuk memutuskan bahwa timnya bisa tampil di jenjang tinggi secara tetap sepanjang musim.

Persaingan Bundesliga musim depan akan mulai dilangsungkan pada 5 Agustus 2022 sampai 27 Mei 2023 akan datang.

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *